Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2018

Cerpen Pohon Api karya Oka Rusmini (2017)

Sejak tubuhnya mulai tumbuh, Kekayi sangat sadar akan kekuasaan yang dimilikinya. Kekayi, sangat mengagumi bentuk tubuhnya. Tubuh yang lebih indah daripada sebatang pohon, pohon yang tumbuh dekat jendela kamarnya. Pohon itu tingginya 20 meter. Daunnya halus dan rimbun. Tanaman ini memiliki bunga yang sangat indah. Maka banyak orang rebutan memberi nama: flamboyan, delonix regia, royal poinciana. Kekayi lebih suka memberinya nama pohon api. Pohon yang anggun dan seksi. Dan Kekayi merasa tubuhnya telah tumbuh menjadi sebatang pohon, pohon api. Pohon itulah temannya, ibunya, juga semangatnya. Tempat dia mengadu. Juga jika marah, pohon api itu membiarkan Kekayi menancapkan puluhan pisau runcing dan tajam di tubuhnya. Pohon api itu tetap diam, tidak merasa dilukai, justru menjatuhkan kelopak bunganya yang merah menyala. Kadang pohon api itu dipenuhi bunga, seolah pohon itu akan membakar langit. Pohon api itu akan memakan semua daun-daunnya, meninggalkan lidah api yang menyala. Kek...

Kritik Sastra Stukturalisme dalam Cerpen Linuwih Aroma Jarik Baru karya Anggun Prameswari

Cerpen Linuwih Aroma Jarik Baru karya Anggun Prameswari merupakan cerita pendek tentang seorang anak yang dianugerahi Linuwih atau kelebihan sejak dirinya mengalami kematian karena demam yang tak kunjung sembuh. Kelebihan itu berupa aroma lilin pada jarik baru yang semakin pekat jika tokoh utama semakin dekat pada seseorang yang akan menemui kematiannya. Semakin hari berlalu, tokoh utama mendapati aroma lilin jarik muncul ketika sosok ‘ibu’ lewat di depannya, sontak membuat tokoh utama tidak dapat menahan rasa takut kehilangan satu-satunya sosok yang dimiliki, namun nyatanya ide berbohong untuk membawa ‘ibu’ pergi dari rumah untuk membeli jarik baru membuat tokoh utama membawa ‘ibu’ menghampiri aroma jariknya masing-masing. Tema yang diangkat dalam cerpen Linuwih Aroma Jarik Baru , karya Anggun Prameswari adalah kisah tentang kematian yang bisa datang kapan saja tanpa bisa dikendalikan. Hal ini tampak pada kutipan “ Bukankah itu inti hidup? Perjalanan demi pencarian yang menganta...