Langsung ke konten utama

Postingan

Aliran-Aliran Sastra

Definisi sastra memiliki banyak macam makna mulai dari sastra sebagai seni sampai dengan ungkapan rasa. Sejatinya, sastra adalah bagaimana penulis dan pembaca membawa makna tersebut menjadi kekuatan rasa bermediakan bahasa yang dapat diungkapkan melalui banyak cara. Definisi bercabang inilah yang menjadi akar pengelompokkan beberapa aliran dalam sastra. Aliran sastra merupakan cara menggambarkan prinsip dan pandangan suatu karya sastra berikut dengan penulisnya. Aliran sastra dapat menggambarkan pandangan hidup yang dianut oleh sastrawan tersebut. Berikut aliran sastra menurut Aoh K. Hadimadja dalam buku Aliran-Aliran Klasik, Romantik, dan Realisme dalam Kesusastraan (1972). • Aliran Klasik ditujukan pada karya-karya sastra yang bersifat kuno dan memiliki pedoman yang sangat tinggi. • Aliran Romantik ditujukan pada seorang sastrawan yang menggunakan perasaan mereka yang disampaikan secara tersirat dengan menggunakan gaya diksi dibuat secara indah dan dramatik. • Aliran Realisme dit...
Postingan terbaru

Linuwih Aroma Jarik Baru karya Anggun Prameswari (2015)

Kaulah perempuan itu; perempuan yang bangun dari kematian. Entah untung atau buntung, Tuhan mengembalikan ruhmu tak lama setelah mencabutnya paksa; seperti menyentak gulma dari tanah, lalu menjejalkannya kembali sedemikian rupa. Seminggu sebelum kejadian itu, kau tengah berladang di sawah ibumu yang cuma sepetak. Hujan deras membuatmu kuyup. Karena awalnya memang kau tak sehat betul, hawa dingin dengan cepat membuat badanmu membara setiba di rumah. Bergelung jarik, kau mengigau tak keruan. Segala obat kau telan, tetap sia-sia. Tepat di malam purnama, hari ketujuh demammu, tiba-tiba tanganmu terulur ke udara, seakan menahan sesuatu. Apakah malaikat datang merenggut paksa jiwamu, tapi kau teguh memperjuangkannya? Samar kau ingat, air mata ibumu luruh saat melihatmu meregang nyawa. Tangisnya menyayat ke seluruh penjuru dusun. Tetangga berdatangan. Sebagian besar karena tak tega mendengar isak ibumu yang mendadak sebatang kara. Tubuhmu disemayamkan berselimut jarik baru bermoti...

Cerpen Pohon Api karya Oka Rusmini (2017)

Sejak tubuhnya mulai tumbuh, Kekayi sangat sadar akan kekuasaan yang dimilikinya. Kekayi, sangat mengagumi bentuk tubuhnya. Tubuh yang lebih indah daripada sebatang pohon, pohon yang tumbuh dekat jendela kamarnya. Pohon itu tingginya 20 meter. Daunnya halus dan rimbun. Tanaman ini memiliki bunga yang sangat indah. Maka banyak orang rebutan memberi nama: flamboyan, delonix regia, royal poinciana. Kekayi lebih suka memberinya nama pohon api. Pohon yang anggun dan seksi. Dan Kekayi merasa tubuhnya telah tumbuh menjadi sebatang pohon, pohon api. Pohon itulah temannya, ibunya, juga semangatnya. Tempat dia mengadu. Juga jika marah, pohon api itu membiarkan Kekayi menancapkan puluhan pisau runcing dan tajam di tubuhnya. Pohon api itu tetap diam, tidak merasa dilukai, justru menjatuhkan kelopak bunganya yang merah menyala. Kadang pohon api itu dipenuhi bunga, seolah pohon itu akan membakar langit. Pohon api itu akan memakan semua daun-daunnya, meninggalkan lidah api yang menyala. Kek...

Kritik Sastra Stukturalisme dalam Cerpen Linuwih Aroma Jarik Baru karya Anggun Prameswari

Cerpen Linuwih Aroma Jarik Baru karya Anggun Prameswari merupakan cerita pendek tentang seorang anak yang dianugerahi Linuwih atau kelebihan sejak dirinya mengalami kematian karena demam yang tak kunjung sembuh. Kelebihan itu berupa aroma lilin pada jarik baru yang semakin pekat jika tokoh utama semakin dekat pada seseorang yang akan menemui kematiannya. Semakin hari berlalu, tokoh utama mendapati aroma lilin jarik muncul ketika sosok ‘ibu’ lewat di depannya, sontak membuat tokoh utama tidak dapat menahan rasa takut kehilangan satu-satunya sosok yang dimiliki, namun nyatanya ide berbohong untuk membawa ‘ibu’ pergi dari rumah untuk membeli jarik baru membuat tokoh utama membawa ‘ibu’ menghampiri aroma jariknya masing-masing. Tema yang diangkat dalam cerpen Linuwih Aroma Jarik Baru , karya Anggun Prameswari adalah kisah tentang kematian yang bisa datang kapan saja tanpa bisa dikendalikan. Hal ini tampak pada kutipan “ Bukankah itu inti hidup? Perjalanan demi pencarian yang menganta...